Ada yang berbisik
jauh dari pikiranku, berkelana dalam kelebat hayalan kebahagaian, menyeru pada
titik buram tak kunjung cerah. Apalah lagi kehendak lain dari ini. Bukankah
bunga mekar pada musimnya ? atau alam memaksa untuk suatu keadaan yang tak beruntun.
Serambi mekkah menawarkan taubat bagi para pendosa, langit meminta kebaikan
penghuni bumi dimana alampun merintih untuk setetes air kehidupan. Siapa yang
meronta pada kehendak yang hanyut pada suatu ketidakpastian. Ada kebingungan
pada kenyatan. Apa yang nyata dari suatu kenyataan tak akan nyata pada
kenyataan itu. Aku menyelami samudra hati tiap insan, sedang hatiku dangkal dan
berbatu. Aku meminta sedikit pengertian dari keangkuhan hidup dan kesombongan
atas suatu kebanggaan, kau hadirkan dalam tingkah tak bersua. Hati kau
teriakkan begitu keras, sedang aku masih tuli dan bisu. Entah seperti apa isyarat
Tuhan dalam kehidupan, aku masih tetap buta dan tak bergeming. Irama apa yang
akan kita hadirkan, sedangkan lantunan firman Tuhan terkadang jenuh untuk kita
maknai. Ada cinta disana? ada rindu disana? ada senyum disana? kalimat tanya
yang tak kunjung jua kutemui. Aku mencari ketulusan sedang hati terus memaki
dan mencaci. Aku mencari kerinduan, sedang banyak hati yang kuabaikan. Akan
kuajak kau mengitari kehidupan ini, tiap titik dimana rintihan dan kelelahan
duniaku bermula. Ada kegelimpangan dosa disana, dimana hati membenci atas apa
yang tak sejalan pada pikiran. Ada pemberontakan dalam jiwa, ada kebencian
dalam hati, ada tubuh yang amat kasar, sedang kutatap engkau pada satu rembulan
dalam binar kelembutan cahaya. Akan ada waktu dimana engkau akan tau dan pada
akhirnya akan ada alasan untukmu menjauh dan tak menoleh. Akan kugambarkan
bagaimana kesendirian dan rasa sunyi ini bersemayam dihati, akan aku ceritakan
bagaiman kerasnya hati ini merintih untuk satu nama dalam hidup yang tak
kunjung hadir. Siapa engkau wanitaku? Siapa aku wahai Tuhanku? Sedangkan
tiap-tiap doaku memohon satu cinta yang Engkau hadirkan untukku dari sisiMu.
Bahagiankanlah Hatimu. Akan kau temukan betapa Tuhanmu yang Maha Lembut,
Menyayangi dan Melindungimu.
IBNU
LUKMAN