Assalamualaikum...
Akan aku utarakan kepadamu wahai wanitaku, agar kelak Tuhan tak
menghakimiku. Tak perlu kau bertanya tentang siapa aku, tak perlu pula engkau
bertanya saat seperti apa aku begitu mengagumimu atau mengapa hati ini harus
merindu untukmu sebab akupun tak pernah mengerti dimana semuanya bermula. Yang
aku tahu sampai saat ini aku begitu merindukanmu, yang aku tahu bahwa aku tak
punya keberanian untuk bertanya kepadamu sedangkan hati ini begitu rindu walau
hanya mendengar kata “hai” darimu. Wahai kekasishku... aku pernah larut dalam
kisah-kisah sang ghibran, aku pernah menyelami ungkapan hati seorang pujangga,
bahkan begitu banyak naskah seorang penyair cinta telah aku cerna begitu dalam.
Namun karena engkaulah wahai wanitaku semuanya telah menjandi hambar tak terasa
lagi saat dimana aku benar-benar hanyut dan larut dalam memandangmu. Saat ini
aku tersenyum dalam rindu yang begitu pilu. Aku tak akan pernah memintamu untuk
menjadi pendamping hidup ini dan akupun tak akan pernah meminta engkau bertahta
diperaduan hatiku. Sungguh aku tak akan pernah mengucapkan kata itu untukmu, sebab
tak ada lagi keinginan lain atas siapa yang akan mendiami hati ini dan memeluk
tubuh kasar ini selain dirimu. Namun aku tak butuh jasad dirimu untuk aku
peluk, aku tak lagi butuh hatimu untuk aku rindukan, sebab aku telah meminta
kepada Sang Pencipta Hati untuk memberikan dirimu dalam setiap mimpi-mimpiku. Kekasihku,,
maafkan aku tatkala waktu dimana yang bernama syahwat ini harus memaksaku untuk
menelanjangimu dalam pikiranku dan membawaku larut dan Tenang Dalam Dosa. Mereka
yang berada dalam lingkaran hidupku kini menganggap engkau hanyalah wujud nyata
dalam hayalanku. Aku telah menjadi gila saat aku harus bercerita tentang dirimu
dimana akupun tak pernah tau harus memanggil namamu seperti apa dan cukup
bagiku memanggilmu “Kekasihku” tak lebih dari itu aku hanya mengharapkan engkau
izinkan dengan kata itu aku menyapa bayangmu dalam mimpiku. Kini aku menertawai
diri ini, betapa percaya dirinya aku dan betapa bodohnya aku untukmu. Jika
engkau adalah istri dari seorang lelaki... sampaikan maafku untuknya dan kepada
Tuhan aku mohon ampunan sebab aku telah melanggar 1 dari 10 perjanjian Tuhan
dan Musa. Jika engkau adalah kekasih seseorang sampaikan pula maafku padanya
sebab ini adalah awal dan akhir untuk aku bermimpi tentangmu kecuali jika
takdir sudi untuk disiasati atau Tuhan berkehendak lain atas hidup kita.
Sungguh aku selalu ingin memandangmu, menatap matamu begitu dalam sampai
akhirnya aku berdiri dihadapanmu dengan kebodohanku.
Kekasihku... Wanitaku dalam balutan keimanan dan jubah ketaqwaan
menangislah saat engkau berada dalam titik noda dan dosa sebab ditiap helai
nafasku, aku selalu menginginkan kebaikan dan kebahagian untukmu dan kelak
dikemudian hari saat semua kehidupan telah berakhir engkau berada dalam
golongan orang-orang yang memandang Wajah Sang Khaliq. Amin ya Rabb.
Kekasihku... Wanitaku... Hasrat
terbesar dariku untukmu adalah saat dimana engkau dan aku dalam suatu ikatan
suci merajut cinta nan indah dalam naungan Sang Pencipta dan engkau adalah
wanitaku... kekasihku yang telah membuat seluruh bidadari surga merasa iri
memandangmu. Maaf Untuk Hati Ini.
Wassalam.....RIZAL AL FATH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar