Selasa, 06 Oktober 2015

Untukmu Wanitaku

Tidak ada komentar:


Assalamualaikum...
Akan aku utarakan kepadamu wahai wanitaku, agar kelak Tuhan tak menghakimiku. Tak perlu kau bertanya tentang siapa aku, tak perlu pula engkau bertanya saat seperti apa aku begitu mengagumimu atau mengapa hati ini harus merindu untukmu sebab akupun tak pernah mengerti dimana semuanya bermula. Yang aku tahu sampai saat ini aku begitu merindukanmu, yang aku tahu bahwa aku tak punya keberanian untuk bertanya kepadamu sedangkan hati ini begitu rindu walau hanya mendengar kata “hai” darimu. Wahai kekasishku... aku pernah larut dalam kisah-kisah sang ghibran, aku pernah menyelami ungkapan hati seorang pujangga, bahkan begitu banyak naskah seorang penyair cinta telah aku cerna begitu dalam. Namun karena engkaulah wahai wanitaku semuanya telah menjandi hambar tak terasa lagi saat dimana aku benar-benar hanyut dan larut dalam memandangmu. Saat ini aku tersenyum dalam rindu yang begitu pilu. Aku tak akan pernah memintamu untuk menjadi pendamping hidup ini dan akupun tak akan pernah meminta engkau bertahta diperaduan hatiku. Sungguh aku tak akan pernah mengucapkan kata itu untukmu, sebab tak ada lagi keinginan lain atas siapa yang akan mendiami hati ini dan memeluk tubuh kasar ini selain dirimu. Namun aku tak butuh jasad dirimu untuk aku peluk, aku tak lagi butuh hatimu untuk aku rindukan, sebab aku telah meminta kepada Sang Pencipta Hati untuk memberikan dirimu dalam setiap mimpi-mimpiku. Kekasihku,, maafkan aku tatkala waktu dimana yang bernama syahwat ini harus memaksaku untuk menelanjangimu dalam pikiranku dan membawaku larut dan Tenang Dalam Dosa. Mereka yang berada dalam lingkaran hidupku kini menganggap engkau hanyalah wujud nyata dalam hayalanku. Aku telah menjadi gila saat aku harus bercerita tentang dirimu dimana akupun tak pernah tau harus memanggil namamu seperti apa dan cukup bagiku memanggilmu “Kekasihku” tak lebih dari itu aku hanya mengharapkan engkau izinkan dengan kata itu aku menyapa bayangmu dalam mimpiku. Kini aku menertawai diri ini, betapa percaya dirinya aku dan betapa bodohnya aku untukmu. Jika engkau adalah istri dari seorang lelaki... sampaikan maafku untuknya dan kepada Tuhan aku mohon ampunan sebab aku telah melanggar 1 dari 10 perjanjian Tuhan dan Musa. Jika engkau adalah kekasih seseorang sampaikan pula maafku padanya sebab ini adalah awal dan akhir untuk aku bermimpi tentangmu kecuali jika takdir sudi untuk disiasati atau Tuhan berkehendak lain atas hidup kita. Sungguh aku selalu ingin memandangmu, menatap matamu begitu dalam sampai akhirnya aku berdiri dihadapanmu dengan kebodohanku.
Kekasihku... Wanitaku dalam balutan keimanan dan jubah ketaqwaan menangislah saat engkau berada dalam titik noda dan dosa sebab ditiap helai nafasku, aku selalu menginginkan kebaikan dan kebahagian untukmu dan kelak dikemudian hari saat semua kehidupan telah berakhir engkau berada dalam golongan orang-orang yang memandang Wajah Sang Khaliq. Amin ya Rabb.
Kekasihku... Wanitaku...  Hasrat terbesar dariku untukmu adalah saat dimana engkau dan aku dalam suatu ikatan suci merajut cinta nan indah dalam naungan Sang Pencipta dan engkau adalah wanitaku... kekasihku yang telah membuat seluruh bidadari surga merasa iri memandangmu. Maaf Untuk Hati Ini.
Wassalam.....RIZAL AL FATH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top